Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

5 tujuan hidup manusia

Gambar
 5 Tujuan Hidup Menurut Al-Qur’an yang Mengubah Cara Pandangmu Suatu hari, seorang lelaki tua duduk sendirian di sudut masjid setelah shalat Isya. Wajahnya lelah, bukan karena usia, tetapi karena hidup yang terasa hampa. Ia telah mengejar banyak hal: harta, jabatan, pujian manusia. Namun ketika malam sunyi datang, hatinya justru kosong. Ia bertanya dalam diam, “Untuk apa sebenarnya aku hidup?” Pertanyaan itu bukan hanya miliknya. Itu adalah pertanyaan semua manusia. Al-Qur’an datang bukan sekadar sebagai bacaan ibadah, tetapi sebagai peta tujuan hidup. Jika seseorang benar-benar memahaminya, hidupnya tak akan lagi sama. Berikut lima tujuan hidup menurut Al-Qur’an yang jika direnungi, akan mengubah cara pandang kita terhadap dunia, musibah, dan kematian. 1. Hidup untuk Beribadah kepada Alloh Alloh berkata : وَŁ…َŲ§ Ų®َŁ„َŁ‚ْŲŖُ Ų§Ł„ْŲ¬ِنَّ وَŲ§Ł„ْŲ„ِنسَ Ų„ِŁ„َّŲ§ Ł„ِيَŲ¹ْŲØُŲÆُŁˆŁ†ِ “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat (51): 56) Banyak ora...
Gambar
 “Dan Dia (Alloh ļ·») mengirim kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari sijjÄ«l.” — (QS. Al-FÄ«l: 3-4) Tidak ada satu pun hadits shahih tentang: ❌ Batu berasal dari neraka ❌ Nama dan bentuk burung Ababil ❌ Kisah tambahan mistis lainnya “Batu-batu itu kecil, keras, mengenai setiap orang dari tentara bergajah, lalu menembus hingga keluar dari tubuhnya …” (Tafsir Ibnu Katsir, Surah Al-FÄ«l) šŸ”¹ Tidak disebutkan dari neraka. Imam Ath-Thabari mengatakan : “SijjÄ«l adalah tanah yang mengeras seperti batu.” (Tafsir Ath-Thabari) “Tidak diketahui bentuk burung itu dan dari mana batu itu diambil kecuali yang disebutkan oleh Al-Qur’an ļ·» … maka kita berhenti sesuai nash.” “Kisah-kisah tambahan tentang Ababil—selain yang disebutkan Alloh ļ·»—adalah tidak benar dan tidak ada sandaran shahih.” (Fatwa beliau tentang Israiliyyat dan kisah palsu) “Segala yang tidak datang dalam Al-Qur’an ļ·» dan hadits shahih maka tidak boleh diyakini.” (Kaedah dalam Silsilah Ahadits...