HUKUMNYA PUASA ARAFAH ADALAH HARAM

 HUKUMNYA PUASA ARAFAH ADALAH HARAM

PELAKUNYA TELAH BERBUAT BID'AH 


Perlu diketahui bahwa puasa Arafah, puasa 6 hari Syawal itu adalah amalan bid'ah (syariat baru) yang tidak pernah dilakukan oleh Rosululloh...


Puasa Arafah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan tandingan, penentang perkataan Alloh dan Rosulnya 


Karena Rosululloh berkata 



رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ


Rosululloh berkata : "Hari Arafah, hari idul adha, dan hari tasyriq adalah hari raya kita, pemeluk Islam, ia hari makan dan minum"

(HR.Nasai no. 2954)


Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa hari Arafah (9 Dzulhijjah), hari idul Adha (10 Dzulhijjah), hari tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah) adalah hari raya umat Islam yang dimana hari yang berbahagia untuk umat Islam seluruh dunia makanya haram melakukan puasa di hari raya umat Islam 


Alloh berkata 


اَمْ لَهُمْ شُرَكٰۤؤُا شَرَعُوْا لَهُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا لَمْ يَأْذَنْۢ بِهِ اللّٰهُۗ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْۗ وَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ 

Artinya: Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Alloh yang menetapkan bagi mereka aturan (hukum, undang-undang) agama yang tidak diizinkan (diridai) oleh Alloh? Seandainya tidak ada ketetapan yang pasti (tentang penundaan hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Sesungguhnya orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih

(QS. Asy-syuro (42):21)


APA YANG DILAKUKAN OLEH ROSULULLOH PADA SAAT 9 DZULHIJJAH?


نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ


“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.”

 (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123)


Pada saat 9 Dzulhijjah ternyata Rosululloh itu tidak puasa, maka dari itu 9 Dzulhijjah atau hari Arafah tidak ada yang namanya puasa 


KESIMPULAN:


1. Hukum melaksanakan puasa Arafah adalah haram dan pelakunya telah berbuat bid'ah (sesat)


2. 9 Dzulhijjah atau hari Arafah itu termasuk hari raya umat Islam maka tidak boleh seseorang berpuasa baik puasa wajib maupun Sunnah


3. Sesuai keterangan (HR. Bukhari no. 1988) bahwa Nabi Muhammad itu tidak berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, maka orang yang berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah itu NYONTOH SIAPA?


4. Adapun hadits-hadits yang menerangkan bahwa Nabi berpuasa pada saat 9 Dzulhijjah itu hadits dhoif (buatan orang-orang kafir)


SEMOGA ALLOH MENJAUHKAN KITA DARI AMALAN BID'AH (SESAT)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUKUM ROKOK SAMA DENGAN SOFT DRINK DAN MINUMAN SACHET

Apakah dosa jariyah itu ada

Haram berpuasa di hari raya